Cerita Inspirasi II

Anak mama sudah cukup kuat

Tidak banyak yang dapat diambil atau dijadikan inspirasi dari Cha. Namun tidak selamanya pun terdapat manusia yang tidak punya sisis baik sedikitpun. Cha merupakan anak bungsu di keluarga. Mayoritas pemikiran mengenai anak bungsu pasti adalah anak yang manja, cengeng, dan tidak bisa lepas dari orang tua. Cha tidak mengatakan hal tersebut salah karena pada kenyataannya cha pun mengalami hal seperti itu.

Manja, cha tidak pernah melakukan pekerjaan rumah yang biasanya dilakukan orang banyak. Tidak pernah mencuci piring, cuci baju, menyapu, ataupun mengepel. Cengeng, menangis bisa dibilang adalah makanan sehari – hari, di rumah, di sekolah sekali pun. Dan yang terakhir, tidak bisa lepas dari orang tua, Cha tidak bisa menginap di manapun tanpa mama.

Hal – hal di atas membuktikan fakta mengenai anak bungsu. Namun cha tidak mau terus menerus, disebut manja, cengeng, ataupun nak mama. Mama pun tidak ingin melihat anaknya terus menerus ada di bawah bayang – bayang orang tua. Akhirnya, saat masuk SMU mama melepas Cha untuk sekolah di Bogor (karena rumah ada di Jakarta tapi agak ke pinggir  ^^). Hari pertama, menangis seharian hingga satu minggu berlalu karena pada awalnya Cha berfikiran mama tidak mau repot dengan anak cengengnya ini.

Jarak Jakarta – Bogor memang dekat tapi terasa sangat jauh kala itu. Cha pulang seminggu sekali ke rumah. Kali ini ada penurunan intensitas menangis yang awalnya setiap hari menjadi seminggu sekali setiap habis pulang dri rumah. Seperti yang diketahui bahwa Cha cengeng, sehingga di sekolah pun hal tersebut terjadi.

Setelah melewati tahun pertama dan kedua yang penuh dengan banyak tangisan, akhirnya Yang Maha Kuasa memberikan jalan lain agar Cha tidak banyak menangis lagi. Ketika Cha menangis maka kepala Cha akan terasa sakit. Hal ini menyebabkan air mata ini berkurang. Tahun demi tahun pun berlalu kini anak mama sudah bisa mandiri.

Kini mama tidak perlu khawatir membangunkan teman samping kamar bila Cha menangis, mama tidak perlu khawatir anak mama tidak tahu jalan pulang, mama tidak perlu khawatir anak mama tidak bisa mengerjakan tugas. Kini Cha sudah merasa cukup lebih baik ma. Terima kasih mama, memberikan pelajaran dengan melepas anakmu ketika SMU. Kini Cha sudah cukup terbiasa, cukup kuat untuk mengatasi masalah walau mama jauh. Terima kasih mama, saranghae.. 😉

Cerita Inspirasi 1

Tentang Sahabat… yang berawal dari pertengkaran…

Nama saya Lesya Agness Khayatun, dari kecil saya biasa dipanggil Icha. Cerita yang Cha tulis berasal dari masa – masa SMP. Saat pertama kali masuk sekolah menengah pertama, tidak banyak teman yang mengelilingi hari – hari baru saat itu. Hal ini karena keterbatasan tingkat kepandaian berbicara didepan orang (lebih tepatnya disebut pendiam) . Masalah fisik mungkin juga menjadi salah satu faktor, bisa dibilang Cha termasuk sekumpulan anak – anak dengan tubuh kecil (imut – imut mungkin ^^). Saat itu pula terlihatlah sekumpulan kawanan dari satu sekolah yang sama dengan tubuh yang sehat (besar lebih tepatnya).

sekumpulan mereka adalah anak – anak dari salah satu sekolah yang cukup dikenal di daerah SMP cha saat itu (salah satu anggotanya kini adalah sahabat yang juga ada di IPB lho.. dan baru berulang tahun kemarin, ” selamat ulang tahun ya sayang, sahabatku sejak SMP”)). tapi kali ini bukan tentang sahabat yang satu ini, cerita ini mengenai sahabat yang cukup banyak menginspirasi cha. walaupun kini hanya bisa melihat dia dari dunia maya.

ia adalah seorang yang cantik, tinggi, dan cerdas. cha biasa memanggilnya Linda (hmm.. memang namanya,,). tak disangka salah satu kelompok keren itu sekelas dengan cha. ia selalu terlihat unggul dalam segala bidang. semua orang pasti iri kepadanya. cha fikir, ia adalah orang yang angkuh. awal pertemuan, kami sama sekali tidak akur. selalu ada pertengkaran (entah hal kecil maupun besar, tapi kayanya masalah kecil yang dibesar – besarkan.^^). masalah bertengkar antara kelompok belajar hingga masuk ruang bimbingan konseling.

setelah semua pertengkaran sepele antara cha dan dia. kami baru sadar bahwa hal yang kami ributkan tidaklah penting (sebenarnya yang pertama kali menyadarkan cha adalah dia). ternyata orang menyebalkan ini sangat ramah, dia juga membuat cha aktif dalam berbagai kegiatan sekolah. dia pula yang mengubah image cha dari pendiam menjadi salah satu miss teramah di sekolah (di kelas mungkin ya..). ia mengajarkan banyak pelajaran yang tidak ada di rumah maupun pelajaran sekolah.

saat masuk SMU, kami jarang sekali berkomunikasi. nomor telefon genggamnya pun tidak aktif. teman – teman lainnya pun tidak ada yang dihubungi. cha sempat berfikir kalau dia sudha lupa dengan semua tentang kami. namun setelah menemukannya di salah satu situs jejaring sosial (yang warna background nya biru itu, eh, bukan kayanya yang gambarnya smile), cha melihat foto kami berdua ia tempatkan dihalaman depan. foto yang sudah lama cha tidak lihat, ternyata ia masih menyimpannya. dan yang lebih membanggakan, saat acara pengibaran bendera di istana negara (tahunnya cha lupa), cha melihat ia ikut dalam pasukan. dan baru – baru ini ia menjadi duta pariwisata kepulauan seribu.

tak perduli ia masih atau sudah lupa pada cha, namun ia akan tetap ada di memori cha. tersimpan sebagai sahabat yang memberikan banyak pelajaran gratis tepatnya. terima kasih kawan, terima kasih sahabatku, missing u… hwaiting. saranghae.. 😉